Design Grafis BUKAN Design Gratis !

 

Mungkin diantara temen2 ada yang mengalami kasus ini, contoh:

 

teman desainer: “tolong bikinin desain logo buat perusahaan gue dong”

desainer: “boleh2 kayak gimana?”

teman desainer: “kayak gini gini gini gini.. Gratis ye, kita pan temenan!”

(biasanya sambil nyengir kuda)

desainer: “…”

 

terus gimane jawabnye??!!

 

1. Apresiasi Terhadap Desain Grafis

 

 

Semakin banyak yang memberi jasa layanan desain gratis, maka akan semakin banyak orang yang berfikir kalau desain grafis itu adalah pekerjaan iseng dan hobi semata. Padahal si pemberi jasa desain gratis kebanyakan adalah orang yang tidak punya pengetahuan apa-apa tentang desain grafis, biasanya hanya bermodal sedikit bisa software grafis dan tau beberapa tehnik dan efek, lantas iseng membuat beberapa karya.

 

2. Kesadaran Terhadap Hak Cipta

 

Gratis berarti jelas, tanpa dibayar! Sedangkan suatu karya desain grafis biasanya berisi dengan teks dan gambar dimana desainer memiliki hak penuh atas keduanya. Hak penuh itu tentu saja tidak (selamanya) bisa diperoleh secara gratis. Minimal sekali, desainer menggunakan alat bantu (kamera) untuk gambar yang disertakan pada karya, tentu ini tidak gratis bukan? Lantas ketika tidak diapresiasi dengan dibayar, tidak ada yang mau repot. Alhasil adalah menggunakan objek grafis yang desainer tidak memiliki hak untuk menggunakannya.

 

3. Orisinalitas Karya

 

 

Desainer grafis adalah suatu bidang yang akan terus bersinggungan dengan yang namanya kreatifitas dan ide. Kreatifitas dan ide hanya akan tumbuh ketika seseorang melakukan proses untuk menemukannya, tidak bisa tiba-tiba seperti menerima wahyu. Dan siapa yang mau repot-repot menuangkan ide dan pemikiran untuk sesuatu yang tidak menghasilkan? Keikhlasan hati seperti ini ada, namun sedikit. Kebanyakan orang akan mengambil langkah pintas untuk menjiplak dan mencuri ide dari karya orang lain.

 

4. Kualitas Karya

 

Suatu karya desain akan dianggap berhasil ketika dia berperan positif dalam hal fungsi. Desain grafis bukan hanya kepentingan klien, ini kepentingan semua orang yang masih hidup dan bisa melihat. Dia berisi informasi dan pesan, dan ketika informasi dan pesan tersebut tidak sampai ke audiens, maka akan timbul kebingungan dan kekacauan. Bayangkan jika papan tanda di pinggir jurang menggunakan warna hijau (dan bukan merah), pasti akan banyak kendaraan yang akan terjun bebas kedalam jurang. Berangkat dari peran penting itu, desainer grafis sebaiknya memiliki standar kualifikasi yang semakin bagus. Dan jasa layanan desain grafis perlahan (tapi pasti) menurunkan kualitas karya desain grafis secara keseluruhan. Kualitas dibangun oleh support dan dorongan, salah satu bentuknya adalah apresiasi yang tidak ada pada desain gratis.

 

5. Keseimbangan

 

Suatu jerih payah tentunya harus dibalas setimpal, biar seimbang. Kalau tukang kebun dibayar karena jerih payahnya merawat kebun, teknisi listrik dibayar karena kemampuannya dibidang listrik, maka sudah sepantasnya desainer grafis dibayar karena kemampuannya memperbaiki problem visual. Apalagi, jasa layanan desain grafis biasanya diberikan untuk pelaku usaha. Kalau mereka punya modal untuk membangun usahanya, kenapa mereka tidak punya uang untuk membayar jasa layanan desain!? Tidak masuk akal bukan!?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s